Lika-Liku Menjadwalkan Membersihkan Rumah Mingguan

Lika-Liku Menjadwalkan Membersihkan Rumah Mingguan – As you know, saya baru pindahan rumah. Nah, karena Alhamdulillah rumah ini lebih luas dari rumah sebelumnya jadi membersihkannya butuh tenaga lebih.

Dulu saya pernah berpikir untuk mengerjakan segala tugas membersihkan rumah di akhir pekan, agar di hari biasa bisa fokus bekerja, memasak atau mengurus kebutuhan harian keluarga. Ternyata, hal itu membuat waktu akhir pekan padat dan saya hampir tidak ada waktu untuk diri sendiri. 

Saya pun berusaha mencari celah membersihkan rumah untuk lebih ‘merata’ daripada tumplek dikerjakan saat akhir pekan. Saya tuh sebenarnya ingin ada satu hari dimana saya nggak beberes rumah. Namun kenyataannya di lapangan tidak demikian. Contohnya hari ini, saya harus sengaja ‘menekan tombol jeda’ agar tidak burn out. 

Lucunya topik yang saya tulis di waktu senggang malah tentang membersihkan rumah. Saya rasa sih ini topik yang penting untuk Ibu rumah tangga dan yang peduli kebersihan rumah. Berkali-kali saya berusaha membersihkan rumah saat akhir pekan, tapi biasanya saya nggak selalu bisa menyelesaikannya dalam 1 hari.

Saya baru mengerti kenapa dulu saya membaca blog gaya hidup yang menceritakan jadwal membersihkan rumah per hari. Saya bingung kenapa harus dibedakan tugasnya, tidak diselesaikan langsung saja. Nah yuk kita bahas satu-satu di bawah ini: 

Tentang Membersihkan Rumah Per Hari

Pastinya tahu lah kenapa rumah harus dibersihkan. Agar tempat tinggal kita decent, tertata, sehat dan jauh dari stress. Keadaan rumah juga tidak selalu terkendali. Ada yang punya bayi dan balita, ada yang suka kedatangan tamu sehingga harus sedikit lebih berbenah (tergantung jumlah tamu dan lainnya) dan mungkin ada perubahan cuaca seperti hujan yang bisa mengotori bagian rumah.

Bagi orang Islam juga tahu kan, malaikat nggak mau masuk rumah yang kotor. Beberapa tahun terakhir saya tersadar bahwa tumpukan barang dan tempat kotor di pandangan bisa mempengaruhi kondisi mental seperti stress. 

Pasangan saya juga nggak suka kalau rumah kotor dan lantai lengket. Lebih lagi setelah punya anak, makin harus bertanggung jawab kalau rumah harus bersih.

Saya beberapa kali lihat konten perempuan yang membersihkan rumah saat akhir pekan atau weekend reset yang dilakukan dalam waktu relatif pendek, seperti 45 menit, sounds doable. Tapi rasanya memang bisa, kalau orang rumah lagi nggak menambah pekerjaan kita atau lagi di luar rumah. Saya bisa bilang, kayanya itu belum bisa dilakukan saya.

Saya tidak punya banyak anak, alias anak cuma 1. Tapi mungkin jam terbang saya untuk membersihkan rumah nggak tinggi. Karena saya tahu kerabat yang bilang ia mengelap furniture setiap hari. SETIAP HARI, dong. Saya cuma bisa mikir, membagi waktunya gimana.. It could take all day. Suami saya bilang itu karena dia sudah biasa membersihkannya.

Alhamdulillah, kerabat tersebut menyarankan saya setidaknya perabot rumah dilap setiap minggu. I did, tapi nggak semua. Cukup perabot di ruang tamu dan kamar tidur. Sisanya sebisa saya.

Rumah bersih idaman semua orang (sumber foto: Unsplash)

Kenapa Harus Menjadwalkan Kegiatan Bebersih Per Hari

Tiap hari ada kesibukan harian seperti memasak, laundry, mencuci piring dan tambahan untuk saya; homeschooling dan bisa ada kerjaan lepas. Jadi rutinitas harian saya sudah lumayan penuh. Sesekali saya juga mengurus komunitas di dunia maya.

Saya pernah berusaha membereskan rumah di akhir pekan. Hasilnya saya burn out, kelelahan dan bahkan hari Senin saya malah sakit. Jadi sepertinya saya memang butuh bantuan membersihkan rumah nih. Seringnya saya memakai jasa setrika dari luar dan kalau kecapean parah juga ada dana ya pesan makanan online.

Di rumah yang baru ditempati ini, saya butuh 1 pagi/hari untuk jalan ke tukang sayur. Karena tukang sayur yang lebih lengkap harus jalan hampir 1 kilometer. Sepulangnya biasanya cuma mau masak cepat dan mudah, lalu istirahat seharian.

Menjadwalkan kegiatan bebersih per hari itu demi sanity atau kesehatan mental dan tubuh kita. Energi terbatas tapi badan cuma satu dan tugas lumayan. 

Di Islam juga disebutkan untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan. Jadi jika kita melakukan banyak pekerjaan bebersih sekaligus, bisa energi kita kelelahan dan melaksanakannya jadi setengah hati juga kurang konsentrasi.

Bagaimana Menjadwalkan Kegiatan Membersihkan Rumah Per Hari

Cara menjadwalkan kegiatan membersihkan rumah mingguan semua tergantung ritme aktivitas di rumah masing-masing. Seringnya saat hari kerja/sekolah, sudah dipenuhi kegiatan belajar dan bekerja. Jumat dianggap libur. Jadi saya mulai membersihkan dari Kamis sore atau Rabu sore.

Saya berusaha membersihkan rumah dengan beberapa tugas yang disebar per hari. Misalnya hari Kamis saya menyapu dan mengepel (tapi kalau rumah lantainya kotor sebelum 1 minggu, saya usahakan pel langsung), Jumat mengganti sprei dan cuci baju, Sabtu jalan ke tukang sayur (sekaligus dianggap olahraga jalan kaki) dan sisanya berusaha imbang antara melakukan hobi/istirahat dan menyetrika. Saya juga mengusahakan bisa food prepping tipis-tipis.

Karena aktivitas padat, saya sering melakukan aktivitas menyetrika sambil menonton acara kesukaan. Jadinya tidak terasa kehilangan waktu me-time, hehe. Bahkan ketika memasak dan mencuci piring juga, untuk menebus rasa jenuh.

Tentu saja tidak selalu jadwal ini berjalan mulus atau sesuai. Terkadang saya mengerjakan pekerjaan lepas sehingga saya harus memundurkan atau memajukan jadwal. Bahkan ada beberapa tugas yang tidak kepegang sehingga saya mundurkan ke minggu depannya lagi.

Mengatur Mindset dan Berdamai dengan Keadaan Jika Keadaan Tidak Sesuai yang Diharapkan

Di topik yang berbeda tapi sistem penjadwalannya mirip, saya dulu suka menjadwalkan kegiatan blogging setiap waktu tertentu. Tapi ketika tidak terjadi atau kesampaian, saya merasa bersalah ke diri sendiri dan jadi beban. 

Kini, menjadwalkan waktu untuk membersihkan rumah ternyata punya efek yang sama. Dobel karena merasa bertanggung jawab akan kebersihan rumah. 

Saya tidak bisa mengendalikan keadaan dan saya juga tidak mengetahui kondisi fisik saya seterusnya. Saya melakukan kesalahan beberapa kali karena memaksakan keadaan, walau kadang berhasil. Tapi jika tidak, saya bisa kecapekan atau jadi domino effect.

Pernah saya berusaha menyelesaikan beberapa kegiatan membersihkan rumah sebelum mengerjakan kerjaan lepas. Ternyata ada pekerjaan sisipan, yaitu membersihkan bawah mesin cuci yang kotor. Karena gemas saya berusaha membersihkannya, dan akhirnya stamina saya drop.

Saya pernah menuliskan kondisi ini di tulisan Heart Rate Drama. Ibu saya menasehati agar saya berdamai dengan keadaan. Biarkan saja rumah kotor untuk sementara waktu, demi kesehatan fisik dan batin. Ya, saya memang harus mengingat bahwa badan saya kecil dan energi saya cuma segitu-gitu aja. Paling nggak menyempatkan tidur siang.

Jadi, menjadwalkan kegiatan membersihkan rumah adalah upaya yang bagus demi kestabilan kesehatan rumah. Tapi tetap harus ingat kondisi badan. Tetap luangkan waktu untuk me-time dan menyenangkan hati, juga istirahat. Semoga tulisan ini bermanfaat, thanks ya sudah baca.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *