Tips Packing Pindah Rumah Berdasarkan Pengalaman Saya

Tips Packing Pindah Rumah Berdasarkan Pengalaman Saya – Terhitung sudah 3 bulan saya pindah rumah. Dan karena pernah ada yang minta tips packing atau berkemas dari saya, insya Allah saya tunaikan di tulisan ini. Mumpung masih anget. Dan siapa tahu saya juga butuh baca-baca lagi kedepannya.

Ada orang-orang yang senang berkemas, mengorganisir dan bersih-bersih. Nah jujur kalau saya termasuk yang suka mengorganisir tapi nggak suka berkemasnya, hahaha. Kalau ada dananya mungkin saya cuma tunjuk-tunjuk dan ada asisten yang bisa bantu beresin. But kalau sudah kepepet, ya sudah harus dilakukan.

Istilahnya, saya suka sih prinsip Marie Kondo dan tips Konmarinya. Tapi untuk membereskannya itu lho, sungguh sebuah dedikasi tersendiri. Ada hari-hari dimana saya mau beberes dan ada hari dimana saya sama sekali nggak mau ngurusin. 

Kadang-kadang saya pengen ‘comot’ sebagian karakter gila bersih Monica dari serial Friends, tapi saya memang aslinya bukan si penggila beres-beres. Mungkin salah satu yang buat saya suka melakukannya adalah keinginan rumah free hassle atau tidak ribet. Juga, tendensi menimbun barang tidak bagus dari segi kesehatan dan di Islam.

Jadi, inilah tahapan berkemas atau packing yang bisa kita lakukan:

Declutter atau Pilah-Pilah Barang yang Masih Dibutuhkan

Tahap decluttering atau memilah barang yang masih butuh dan tidak butuh adalah tahap penting. Karena menentukan bobot barang yang akan kita kemas nantinya. Konyol ketika kita mengemas barang yang sebenarnya kita nggak pakai sama sekali. Buang-buang energi dan ruang, kemungkinan juga uang.

Idealnya, kita memiliki beberapa bulan sebelum mengosongkan rumah. Nah sebaiknya kita manfaatkan waktu itu untuk mulai membuang atau mendonasikan barang yang sudah tidak kita pakai lagi. Percayalah, ini akan sangat membantu di hari-hari genting dimana kamu harus sudah memasukkan semua barang ke kardus.

Kamu bisa pakai tips Marie Kondo, dimana kita hanya memilih benda yang sparks joy untuk disimpan. Atau cukup tentukan (dan kalau bisa dengan tegas) mana barang yang akan kita tetap simpan dan bawa. 

Pilihlah barang yang memang masih digunakan. Kalau kamu pindah ke istana atau kastil dengan banyak ruang, mungkin lain soal. Tapi hidup di perkotaan biasanya kita tidak selalu mendapatkan rumah dengan ruang yang leluasa. Belum lagi di rumah baru, kamu bisa saja membeli barang atau furnitur baru, yang akan menambah tempat di ruang rumahmu.

Jika kamu punya banyak waktu dan membutuhkan dana, mungkin kamu bisa sekalian menjual barang-barang preloved milikmu yang tidak lagi dipakai. Tentu kalau kamu masih punya waktu untuk mengirimkan barang-barang yang sudah tidak dipakai itu. Lumayan juga untuk menambah dana keuangan keluarga.

Atau kalau mau jual furniture besar, ajak calon pembeli serius untuk mendatangi lokasi. Sehingga ia bisa sekalian angkut dan kamu tidak perlu pusing memikirkan pengiriman barang.

Kategorikan atau Pilih Barang-Barang dalam Satu Kategori

Kalau kamu menginginkan proses unpacking atau membereskan barang di rumah baru dengan lancar dan meminimalisir keribetan, penting untuk mengkategorikan barang untuk dikemas. Ini akan memudahkan proses membereskan kembali barang ke tempatnya di rumah baru.

Dari satu tips blogger gaya hidup yang pernah saya baca, dan beberapa kali saya terapkan (lalu terbukti sangat membantu unpacking) yaitu kategorikan benda-benda menurut ruangannya. Misalnya 4-5 kardus untuk kamar tidur, dapur dan ruang lainnya.

Dan ini tips penting; beri label warna untuk tiap ruang. Jadi tak hanya tuliskan isi kardus, tapi juga berikan label warna. Ini akan membuat orang/kita yang memasukkan barang agar bisa langsung menempatkan kardus ke ruangnya. Tanpa membuka-buka kardus lagi untuk mengecek isinya.

Mulai Berkemas dari Benda/Kategori yang Paling Jarang Dipakai

Kalau kamu tidak pindah mendadak, lebih efisien mulai mengemas barang yang paling jarang digunakan dulu. Kenapa? Karena kemungkinan kamu masih beraktivitas seperti biasa sebelum pindah dan masih menggunakan banyak barang di rumah.

Misalnya buku-buku lama yang sekali-kali dibaca, peralatan dapur dan baju-baju yang seasonal/musiman dan sebagainya. Bisa disebut mencicil packing.

Lalu, isi kotak kardus dengan padat agar memanfaatkan ruang. Segera tulis keterangan isi kardusnya di sisi samping kardus dan berikan label warna kategorinya.

Siapkan Satu Kotak untuk Pagi Pertama

Satu tips ini sebenarnya opsional, kalau kamu tidak ingin repot buka-buka kardus mencari kopi dan gula ketika mau sarapan. Tipsnya adalah menyiapkan satu kotak (kalau bisa yang mudah dibuka-tutup) berisi keperluan pagi hari setelah pindah. 

Isinya bisa keperluan sarapan yang mudah dibuat, seperti minuman sachet atau mi instan, roti, atau camilan. Intinya untuk memudahkan makan di pagi hari.

Lebih Mudah Memindahkan Barang Secara Bertahap

Saya dan suami mulai memindahkan barang secara bertahap ketika kami pindah pertengahan tahun 2026 ini. Kami memindahkan benda-benda yang tidak kami pakai secara harian.

Benda-benda yang kami pindahkan lebih dulu misalnya globe dan alat belajar milik si kecil yang sedang tidak dipakai, buku-buku lama/sudah dibaca, baju-baju formal atau musiman yang kemungkinan tak terpakai dalam 3 bulan, blender besar dan peralatan dapur yang jarang dipakai dan lain-lain.

Memindahkan barang secara bertahap akan juga membuat lebih banyak ruang di rumah lama. Karena umumnya rumah akan dipenuhi kardus-kardus untuk dikemas, sehingga ruang bergerak sangat mungkin jadi lebih terbatas. 

Jangan lupa packing alat kebersihan

Jangan Lupa Kemas Benda-benda Kecil 

Mengingat pengalaman saya pindah rumah tahun 2026 ini, adalah hampir melupakan benda-benda kecil. Misalnya, gantungan-gantungan di dinding, peralatan bersih-bersih seperti sapu, ember besar, buku-buku di lantai atap dan lain-lain.

Cerita sedikit tentang benda-benda di lantai atas yang hampir tidak dikemas. Di rumah lama ada lantai sedikit yang dibuat pemilik untuk ruang sendiri. Overtime, saya jadi menggunakan ruang atas jadi semacam gudang. Lalu saat dekat hari pindahan saya fokus mengemas di bawah dan lupa benda-benda di gudang itu. 

Ketika adik suami datang untuk mengambilkan benda-benda kecil, ia mengecek ruang atas dan menemukan buku-buku ensiklopedia lama yang sayang ditinggalkan. Untungnya ia berinisiatif mengemasnya! Ensiklopedia itu peninggalan Bapak saya, yang sayang jika dibuang.

Kamu mungkin bisa membeli barang-barang tersebut lagi. Tapi kemungkinan kamu masih sibuk mengemas barang di rumah baru. Dan butuh waktu serta energi untuk pergi ke toko/browse barang di marketplace untuk membelinya lagi. 

Jadi, kadar ketelitian kita memang harus sangat runcing ketika dalam proses mengemas dan pindah rumah.

Manfaatkan Ruang di Wadah atau Toples

Biasanya di dapur suka ada toples atau wadah makanan/bahan makanan. Nah, daripada isi wadah itu kosong kamu bisa menggunakan ruang itu dengan benda lain. Sehingga bisa hemat ruang di kardus untuk packing

Benda-benda dengan ruang kosong itu misalnya; panci saus atau sauce pan, panci kukusan, wadah-wadah kaca/plastik, toples-toples atau storage lainnya. Saya pernah menggunakan isi panci saus dengan mengisi cangkir/benda kecil dapur lainnya. Tentu saya lapis dulu dengan kain atau bubble wrap

Toples kosong saya isi dengan perbumbuan; lada bubuk, baking soda, kaldu bubuk dan benda-benda kering lainnya. Oh ya, jangan lupa memberi label benda pecah belah di luar kardus.

*****

Segitu dulu tips packing dari saya. Mengemas barang untuk pindahan memang bisa merepotkan. Tapi ini cuma sebuah fase dalam hidup. Oh ya, kamu juga bisa baca juga tulisan mengenai hal-hal yang baik dilakukan setelah pindah rumah ini.

Semoga membantu dan happy packing! Juga, semoga kepindahannya lancar ya. Plus baca tips gaya hidup lainnya di situs Lifestyle Blogger Madura ini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *