Rupa-Rupa Nusantara (Edisi Ramadan): Pastel Tutup – Setelah membahas persambelan, Nasi Goreng dan Pisang Goreng, edisi Rupa-Rupa Nusantara kali ini saya mau membahas Pastel Tutup.
Alasannya karena topik kali ini mengenai resep masakan yang membuat saya tersentak dan mengingat memori khusus. Karena makanan pastel tutup punya special place dalam hati saya.
Dan yang kedua karena sedang nuansa Ramadan. Memang lebaran masih 3 minggu lagi saat tulisan ini naik. Tapi tak apa, bisa jadi inspirasi memasak, insya Allah.
Apa itu Pastel Tutup
Pastel Tutup adalah hidangan khas Indonesia yang merupakan perpaduan dari masakan Belanda. Ia adalah semacam pai kentang dengan isian daging ayam, wortel dan bihun.
Ia memiliki base dan tutupan kentang tumbuk yang dipadukan susu cair, telur dan mentega/margarin. Isiannya merupakan tumisan daging, sayuran, bawang dan bihun.
Dalam bahasa Belanda, pastel tutup dinamakan schotel. Sementara dalam bahasa Inggris disebut Casserole. Kalau di luar negri memakai bahan makanan macaroni, di Indonesia memakai kentang.
Memori Menyiapkan dan Makan Pastel Tutup Tiap Lebaran
Sejak kecil, setiap jelang lebaran keluarga saya menyiapkan pastel tutup. Atau di keluarga disebut Pastei.
Kalau ada aroma panggangan kentang dan daging di dapur karena sedang memasak Pastei, berarti lebaran sudah dekat. Koki utama di rumah adalah kakak saya. Persiapannya lumayan karena langsung membuat beberapa loyang.
Saya juga termasuk yang suka bantu-bantu di dapur. Mulai dari kupas-kupas dan menumbuk kentang yang sudah direbus, juga menatanya di loyang. Biasanya dikerjakan 3-4 hari kira-kira.
Jadi lebaran semakin spesial dan ‘lebaran banget’ ketika makan Pastei di hari Ied. Bahkan rasanya belum benar-benar lebaran ketika belum makan Pastei.
Yang buat Pastei beda dengan pai lain adalah bahan kentang tumbuk yang merupakan mashed potato panggang, dan isian daging ayam cincangnya. Kalau di rumah suka pakai kacang polong juga.
Ternyata Casserole Indonesia ini punya khas memakai bihun dan kentang. Mungkin karena merupakan hasil alam Indonesia juga.
Saya pernah juga menulis mengenai Pastel Tutup di blog saya yang lain. Sebenarnya di balik layar ada cerita menyentuh saat menulisnya.
Karena sebelumnya saya ngga makan pastei selang beberapa tahun, efek jauh dari keluarga. Saya dikirimi Pastei dari rumah dan agak terharu ketika menerima dan memakannya.
Juga tulisannya meraih juara 3 kalau ngga salah dalam salah satu tantangan ngeblog. Topiknya mengenai makanan yang berkesan.
Resep Pastel Tutup
Kalau mendengar dan mengingat Pastei, saya lebih ingin menyantapnya, hihi. Kalau membuatnya butuh effort yang lumayan.
Bukannya ngga mau buat, tapi berhubung di rumah cuma saya yang paling suka dengan pastel tutup, rasanya agak sayang energinya. Mungkin saya bisa buat ketika jadwal lowong seharian dan ada oven yang bisa dipakai untuk memanggang. Mungkin juga karena Kakak masih suka buat jelang Ramadan, jadi tinggal santap saja, haha.
Tapi mungkin ada yang butuh resep pastel tutup dan mau mencoba sendiri membuatnya, uraian cara memasaknya ada di bawah ini:
Bahan:
Ayam rebus + garam dicincang
Wortel rebus dipotong dadu
Bawang merah
ercis 2 kaleng
Misoa 2 gulung
Mentega 5 cup
Susu kental manis 3 cup
Telur puyuh rebus dipotong 2/4
Kentang 1 kg/piring
Garam
Lada bubuk
Telur 8-10 biji pisahkan kuning dan putihnya
Kaldu ayam
Membuat Isian:
Tumis bawang merah, wortel, ayam cincang, ercis, misoa, lada dan kaldu ayam
Lapisan Kentang:
- Kukus kentang dan haluskan
- Campurkan kukusan kentang halus dengan mentega, susu kental manis, kuning telur, garam
Menyusun & Memanggang
- Taruh sebagian olahan kentang di dasar loyang dan ratakan
- Taruh bahan isian diatasnya dengan potongan telur puyuh
- Taruh lagi olahan kentang diatas isian dan ratakan
- Oles putih telur di atas lapisan atas kentang, hias dengan torehan garpu
- Panggang di oven dengan suhu 200° celcius selama 60 menit
Begitulah sedikit tentang Pastel tutup atau Pastei sebagai hidangan lebaran yang spesial untuk saya. Apa makanan spesial yang membangkitkan memori versi kamu?
