Trik Hidup Minimalis untuk yang Susah Declutter – Beberapa tahun manage rumah, membuat saya sadar bahwa hidup dengan memiliki barang tanpa berlebihan sangat membantu. Mungkin karena terbiasa dengan ruang-ruang di rumah yang ngga begitu lebar, bikin saya mikir-mikir kalau beli barang.
Belum lagi kalau ternyata beli tapi tidak sering dipakai. Atau dipakai tapi ngga bisa menjaga barang tersebut, alias digunakan tapi tidak dirawat. Jadinya mubazir.
Khususnya di Islam setiap dari kita akan dihisab dari barang-barang yang kita punya, apakah barang tersebut dipakai atau tidak? Bikin saya ngeri deh kalau punya barang tapi malah dianggurkan.
Meski begitu namanya perempuan, kadang suka kepengenan beli aja ya lihat barang dari iklan-iklan. Yang lewat ketika berseluncur di dunia maya dan ketika lihat langsung di dunia nyata. Maupun dari orang yang punya barang.
Saya belum rutin declutter rumah secara berkala. Lebih karena kesibukan saja sih. Beberapa kali pindahan rumah, saya manfaatkan biar sekalian memisahkan barang yang masih perlu dan tidak.
Mungkin ada diantara kita yang sama, mau declutter tapi masih terkendala atau malah mager? Mungkin beberapa tips ini bisa membantu.
Topik tulisan ini buat saya tersadar beberapa trik pribadi yang saya lakukan demi tetap memiliki barang seperlunya. Atau bisa dibilang berusaha hidup minimalis, yang merupakan sebuah family and personal journey tersendiri. Ini dia beberapa tipsnya:
Benda Serbaguna/Multi-fungsi
Karena ruang di rumah ngga banyak, saya suka berpikir ekstra akan barang yang agak besar yang mau dibeli. Punya pengalaman memiliki barang yang butuh ruang banyak tapi ngga berfungsi maksimal, suka buat saya menyayangkan; kenapa ngga bisa dimaksimalkan pemakaiannya, atau disumbangkan.
Beberapa kali saya beli barang karena memikirkan fungsinya bisa lebih dari satu. Misalnya frying pan bisa juga dipakai sebagai wok pan (maklum sekeluarga bertiga aja), gamis yang bisa dipakai acara santai maupun semi formal, piring bisa jadi piring salad atau piring saji dan sebagainya.
Tapi memang beberapa barang ngga bagus atau kurang maksimal jika punya beberapa fungsi. Tips ini memang ngga berlaku ke semua barang.
Misalnya sarung bantal kan ngga bisa dijadikan alas makan. Atau pulpen, ngga bisa dijadikan spidol (tergantung untuk penggunaan apa).
Memperbaiki Barang-Barang yang Rusak
Tentu saja, seperti banyak orang, ketika barang rusak dan masih bagus secara keseluruhan untuk diperbaiki dulu. Kalau barang-barang elektronik urusan paksu, sementara saya barang-barang seperti baju dan barang dapur.
Dulu pernah memperbaiki jaket cardigan yang bolong ke tukang jahit. Beserta celana suami yang juga butuh diperbaiki. Menambah kantung saku di gamis yang bahannya adem, karena punya kantung saku di gamis sangat berguna.
Dan sudah wacana pula gamis yang kependekan dijadikan baju rumah saja, dengan memendekkan bagian lengan. Tapi belum terjadi nih.
Kendalanya sekarang ngga dekat dengan tukang jahit/tidak ada tukang jahit keliling sehingga beberapa baju teronggok belum diperbaiki.
1 Sepatu/Sendal untuk 1 Fungsi
Namanya juga perempuan, kalau lihat item menarik untuk dipakai jadi mau beli lagi (dan lagi). Tapi lagi-lagi saya memikirkan apa akan sering dipakai dan apakah multi-fungsi.
Satu lagi yang jadi bahan pikiran, adalah mematok 1 sepatu untuk 1 fungsi. Misalnya, 1 sepatu olahraga, 1 sepatu untuk acara formal, 1 sendal/sepatu sehari-hari dan seterusnya.
Akhirnya saya jadi relatif punya sepatu dengan warna basic. Seperti putih, hitam, navy dan Iainnya. Karena warna-warna tersebut mudah untuk dipadupadankan dengan warna lainnya dalam baju.
Mungkin tips ini ngga begitu bisa diterapkan bagi yang sehari-harinya suka keluar rumah. Tipsnya lebih berguna untuk yang jarang pakai sepatu keluar seperti saya.
Karena punya lebih dari 1 sepatu mungkin lebih nyaman sebagai cadangan. Misalnya kalau sepatu lainnya ternyata basah atau kotor.
Memikirkan Ruang Penyimpanan
Tips lainnya adalah memikirkan apa di rumah akan ada ruang untuk menyimpan barang yang mau dibeli atau dimiliki. Karena rumah bukanlah gudang yang semuanya bisa ditaruh dan tumpuk.
Kalau semua ditumpuk dan berantakan, jadi ngga betah dan kena pengaruh ke mood. Visual clutter itu ternyata ngaruh ke emosi kita juga.
Tips mikirin ‘dimana mau simpan barang ini’ lumayan bantu buat saya ngga jadi beli barang. Karena buat apa beli tapi akhirnya menyusahkan ruang gerak.
Tapi perlu dicatat kalau sudah darurat atau urgent, ya harus beli baru ya tips ini harus diacuhkan. Misalnya dispenser rusak dan sudah ngga mungkin diperbaiki.
Rasanya konyol jika dispenser rusak malah ngga ganti-ganti karena alasan tak ada space. Barang rusak harus dipikirkan lagi dimana disimpan atau dikasihkan.
Begitulah beberapa tips hidup minimalis jika belum bisa declutter. Yuk baca juga artikel-artikel lain yang patut dibaca dari blog Mbak Andiyani, seorang mindful lifestyle blogger.
Semoga tips-tips ini bermanfaat ya.
