Antara Kardus dan Harapan: Hari-hari Pindahan dan Setelahnya

Antara Kardus dan Harapan: Hari-hari Pindahan dan Setelahnya – Alhamdulillah, karena berjuta rasa di periode kami pindahan akhirnya saya putuskan untuk menulis lanjutannya. Sebelumnya saya menulis fase transisi hari-hari sebelum pindahan yang tidak biasa.

Maybe the 7th time is the charm? Pindahan ke tujuh kali ini memang relatif ngga semudah sebelumnya. Walau pengalaman mengajarkan kami akan banyak hal dibanding sebelumnya. Mungkin hikmahnya kami mendapatkan rumah yang lebih homey dan sesuai dengan visi misi keluarga kami.

Ini dia segenap cerita mengenai pindahan rumah dan hari-hari setelahnya:

Pindah Rumah Ketika Tanggal Tua

Salah satu hal yang membuat pindahan kami sangat spesial kali ini adalah harus pindah rumah ketika tanggal tua. Banyaknya tanggal merah di bulan Mei di dalam dan luar negri membuat tanggal tua jadi lebih expand

Akhirnya paksu mantap putuskan untuk pindah saja. Karena memang sudah waktunya. 

Alhamdulillah kami mendapatkan support dari teman-teman dan keluarga yang membantu pindahan kami. Dari pindahan barang-barang berat, kebutuhan rumah sampai pertukangan. Terima kasih atas dukungan teman-teman dan keluarga yang mau direpotkan kami di periode ini. 

Kayanya karena cemas besok  mau pindahan dan masih packing sampai jam 1 pagi, saya jadi kurang istirahat. Di hari H, sudah harus dan mantap untuk momennya pindah.

Sedikit dari barang-barang yang di-packing untuk pindahan

Saya tetap berkomitmen menjaga di rumah kosong demi barang-barang segera ditempatkan di ruang seharusnya. Tidak ditempatkan asal masuk rumah. Big No, karena bikin repot transisi unpacking dan membuat lama periode kembali ke rutinitas normal.

Masya Allah. Alhamdulillah semua sehat dan cuaca cerah. Walau ternyata ada perintilan barang yang masih ketinggalan. Kami sudah overwhelmed mengemas barang-barang yang besar dan prioritas. More on that later.

Kardus-kardus yang Tidak Hilang Dengan Sendirinya

Sembari menyerap tips-tips membereskan rumah dari orangtua (yang ikut kecapean karena furniture keikut di deep clean, I couldn’t thank enough), saya pun ngga betah melihat barang-barang masih tersimpan di dalam kardus. Mulai dari kamar tidur, saya mulai mengisinya dengan baju-baju yang sering dipakai.

Hingga kini masih ada boks berisi pakaian dan barang yang jarang dipakai. Saya masih memikirkan bagaimana menyimpannya dan memisahkan yang akan dipakai. Sementara yang telah tidak dipakai dan tak kayak sudah dibuang. Sepertinya memang butuh storage lagi sih.

Karena di rumah dulu semi-furnished, salah satunya ada lemari pakaian yang dari owner. Keluar dari rumah lama, ternyata jadi ada barang yang ngga ada ‘rumah’-nya.

Hal ini membuat saya melakukan declutter laci-laci di lemari-lemari yang kami punya. Alhamdulillah seenggaknya barang-barang dan peralatan belajar si kecil ada tempatnya. Juga buku-buku seperti album-album foto.

Pergi dari Rumah Lama dengan Kenang-Kenangan

Sebelum benar-benar menyerahkan kunci rumah lama, kami masuk ke rumah terakhir kali untuk membawa barang-barang tersisa. Misalnya sapu, rak kamar mandi, keset-keset, buku-buku lama yang tertinggal di atas, pot-pot tanaman dan sebagainya.

Kami sekalian pamit dengan pengurus komplek. Di luar dugaan, mereka malah khawatir apa kami tidak betah. Karena memang ngga begitu lama pindah ke situ, sudah pindah lagi. Padahal semi-sebaliknya. Di luar dapur yang suka dikunjungi tikus, saya ngga merasa rumah tersebut sangat ngga homey

Si kucing yang suka main di teras rumah lama ketika kami mengambil barang tersisa terakhir kali

Salah satu keuntungan yang saya rindukan adalah seberang komplek langsung ada tukang sayur. Tapi setiap rumah selalu ada kekurangan dan kelebihan.

Yang sangat tidak disangka-sangka adalah kami diberikan bingkisan kenang-kenangan. Nggak cuma kalau jalan-jalan keluar kota beli oleh-oleh seperti Travel Blogger Medan, Mbak Tri Suci, ternyata pindah rumah bisa dapat juga.

Kayanya selama ini saya pindahan rumah, ngga pernah sampai diberi bingkisan oleh rumah sebelumnya. Masya Allah, hatur nuhun Ibu Pengurus.

Catatan bingkisan dari komplek rumah lama. Aamiin.

Rumah Ideal Tidak Tercipta Dalam Semalam

At last barang-barang sudah dipindahkan ke rumah baru. Tapi belum selesai prosesnya, karena banyak kardus dan barang bertebaran butuh diposisikan dengan pas. Seperti halnya sebuah proses mendapatkan target, apapun itu, nggak semuanya instan.

Ada sudut hati yang ingin sekali rumah segera beres. Tapi ternyata belum bisa langsung ke sana. 

Mood juga datang dan pergi. Tempat-tempat prioritas seperti bagian dapur, ruang kerja paksu dan kamar tidur sudah hampir semua beres. Ada beberapa ruang yang masih dalam perkembangan.

Nggak semua bisa dibereskan dalam semalam. Energi pun diberi sehari segitu. Ahli mengurus rumah seperti Martha Stewart pun tidak mungkin menyelesaikan merapikan rumah secepatThe Flash.

Mungkin periode ini memberikan saya waktu untuk lebih matang merencanakan isi ruang. Lagipula setiap rumah memiliki advantages dan karakter. 

Hikmah Pindahan Rumah Secara Umum

Alhamdulillah dalam kepindahan rumah kali ini saya pribadi belajar banyak hal:

  • Lebih Banyak Mengenai Seni membereskan barang: Beberapa kali saya menyebutkan ke si kecil dan juga paksu, bahwa saya menggunakan Tetris-Mind untuk mengemas. Permainan Tetris mengajarkan untuk cermat menggunakan ruang. Jadi kalau dalam boks masih ada ruang, sebaiknya diisi. Terutama kalau kita tidak tahu apakah kardus masih tersedia atau tidak.Kemampuan ini akan berguna kalau akan berkelana ke tempat baru untuk travelling atau outdoor activity.
  • Rumah adalah tempat merasa nyaman: Dimanapun kita berada, rumah adalah tempat kita merasa nyaman. Pindahan memang mengajarkan untuk tidak terikat dengan benda-benda dan tempat. 
  • Survival Skill: Ada masanya dimana fungsi-fungsi dalam rumah yang belum 100 persen ada. Misalnya mesin cuci yang belum bisa dipakai karena hal teknis, menu makanan yang belum bisa dimasak karena keterbatasan waktu dan bahan, dan sebagainya. Alhamdulillah si kecil juga nggak demand ini-itu. Bahan makanan yang ia suka pun mudah didapat. Si kecil juga belajar beradaptasi dengan hal-hal baru.
  • Mengurus Furniture Dalam Keseharian: Belajar dari ahli mengurus rumah, barang-barang membutuhkan maintenance. Bahkan benda mati seperti furniture sofa, meja dan kursi.

Mungkin lain waktu saya akan menuliskan pengalaman saya pindah ke rumah yang memiliki banyak‘history’. Secara umum saya bersyukur segala hari-hari pindahan terlewatkan dengan baik dan lancar. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *