SHD#17: Ketika ‘Cuek’ Malah BB Turun

SHD#17: Ketika ‘Cuek’ Malah BB Turun – Terakhir saya menulis untuk seri Sunglow Healthy Diary ini tahun 2024, sudah lewat hampir 2 tahun! Saya ngga ada keinginan menulis seri ini karena merasa perkembangan diet saya gitu-gitu aja. Malah makin ngga termotivasi untuk menyiapkan the-so-called makanan sehat.

Mungkin karena kelelahan dan idealisme saya agak turun. Kenapa bahan makanan sehat yang terkesan keren itu agak sulit didapat?? Ternyata sebenarnya itu cuma produk wellness atau masuk ke ‘industri’ diet

Saya tidak perlu beli greek yogurt atau chia seed atau apapun yang organik untuk hidup sehat. Cukup browsing saja di tukang sayur atau supermarket dan beli sayuran favorit. Tumis atau potong-potong dan kasih seasoning. Cuma porsinya saja yang harus diperhatikan.

Tapi nggak cuma itu saja sih. Setelah saya perhatikan, akhir-akhir ini yang saya lakukan seperti ini:

‘Nurut’ dengan Buku Revolusi Glukosa

Tahun 2025 saya baca buku Revolusi Glukosa. Dan isi buku itu menurut saya game changer banget. Selama 2 tahun saya agak bingung dengan pola makan yang sudah berusaha sehat tapi timbangan saya menurun agak lama. Kemungkinan lemak butuh waktu untuk terbakar dan saya juga ngga rutin banget olahraga.

Tapi menurut buku itu, nggak semua buah itu membantu menurunkan berat badan. Dan ngga selalu juga makan kue dan coklat itu forbidden. Nggak semua makanan yang dicap sehat sesuai klaimnya. Kita memang harus edukasi diri agar jangan termakan imej dan jualan produk yang tidak sesehat yang diklaim.

Jadi usai membaca buku itu, saya mulai terapkan urutan kelas makanan; pertama-tama makan sayur, protein dan barulah karbohidrat. Kalau mau olahraga, jangan makan terlalu berat dan langsung gas 10 menit kemudian. Makan makanan manis termasuk buah setelah makan berat.

Habis itu saya ngga terlalu pusing. Saya perhatikan berat badan saya juga sama aja. Mungkin berkurang sedikit. Tentu saja ada hari-hari ‘curang’ dan ketika bertamu juga udah ngga selalu bisa menerapkan ilmu ini.

‘Cuek’ dengan Makan Malam Saat Bulan Puasa 2026

Bulan puasa sejak tahun 2023 saya suka mengambil kesempatan sekaligus untuk membakar lemak dan ubah gaya hidup jadi lebih sehat. Kenyataannya memang berbeda, karena bergulat dengan waktu dan energi yang jauh lebih menantang. 

Tapi bulan puasa 2026 ini mungkin saya terbilang cuek. Memegang ilmu Buku Revolusi Glukosa dan berusaha meredam idealisme saya yang harus siapkan ini-itu, saya berusaha siapkan makanan yang lebih sederhana.

Bahkan saya harus set ulang di kepala menu harian. Jadi kadang keidean sesuatu dan setelah di-recheck ternyata sudah ada menu yang cukup. Misalnya sudah ada kurma dan kolang-kaling, gorengan karena kebiasaan keluarga. Sebenarnya itu sudah cukup.

Saat makan malam, saya agak jarang menyiapkan makan malam lagi. Ini karena masih ada sisa makanan buka puasa. Dan juga sering diundang ke rumah saudara. Sebisa mungkin menyiapkan sebelum buka puasa, jadi malam tinggal istirahat.

Sekedar catatan, saya harus lebih memperhatikan asupan nutrisi si kecil. Karena anak saya ini tergolong easy going dan ngga minta macam-macam. Cuma harus didorong mencoba makanan baru, dan Alhamdulillah dia cukup terbuka di tahun 2026 ini. Saya harus siapkan buah-buahan untuknya dan sayur yang lebih banyak.

Bulan puasa ini saya hampir ngga menyempatkan olahraga sama sekali. Cuma saat sedang periode haid akhir, sepertinya cuma 1 kali saya olahraga.

Sakit Paska Lebaran Sambil Urus Si Kecil

Lebaran ini agak lesu karena kena imbas kecapean. Jadi sepertinya imun tubuh berkurang dan lebih mudah terjangkit virus. Jadinya beberapa hari setelah lebaran, saya terkena demam dan sekujur badan ngilu (bahkan sampai ngilu ke seluruh gigi).

Ketika badan sudah enakan, anak saya ketularan. Jadinya ketika tubuh belum 100 persen sembuh, harus sigap merawat anak. Jujur masa ini sangat menantang dan saya benar-benar dalam survival mode.

Di periode ini, makan apa-apa ngga gitu enak. Makanan yang berkuah dan bubur itu masih lumayan. Yang berkuah tapi banyak minyak malah jadi eneg. Pokoknya lagi ngga nikmat untuk makan.

Jadi beberapa pagi makan bubur dan sisanya makanan yang berkuah. Saya ngga terlalu mikirin karbohidrat harus makan nasi karena yang penting sehat dulu. Karena makan lagi ngga seenak biasanya, jadi malah ngga terlalu pengen jajan dan minum kopi. Mungkin ini yang buat berat badan ikut turun.

Cuek Malah BB Turun

Karena ngga ada ruang di kepala untuk mikirin pola hidup sehat, bisa makan lancar sekeluarga aja udah syukur, jadi mungkin berat badan saya ikut turun. Ketika udah bisa ‘napas’ iseng menimbang BB. Lho..56 kilo??? 

Tahun lalu kayanya seminimnya 57 kilogram. Jadinya saya amazed. Mungkin ini reward dari hari-hari survival mode yang sudah lewat. Tahun 2023, berat badan saya masih bisa naik hingga 63 kilogram.

Padahal di hari-hari sebelumnya bahkan hingga sekarang saya makan nasi kok saat malam hari. Memang porsinya ngga seperti 2 tahun lalu. Saya masih auto ikut pola makan sayur dan protein dulu, seperti yang dianjurkan buku Revolusi Glukosa.

Memang saya akui, satu penghalang terbesar BB turun adalah minuman manis. Seperti kopi, teh tarik dan teman-temannya.

*****

Apakah kamu juga sedang menurunkan berat badan? Semoga terus semangat. Apapun yang instan, juga bisa terjadi sesaat saja. Jadi nikmati saja prosesnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *