Berbagai Metode Food Prepping – Bulan Ramadan sudah kurang dari 2 bulan lagi, saya sudah (kembali) memikirkan bagaimana agar waktu tidak dihabiskan kelamaan di dapur.
Meskipun saya sudah memberikan beberapa tips sebelumnya di blog Sunglow.me ini, tapi tetap saja melaksanakannya adalah hal yang berbeda. Kenyataannya saya tetap menginginkan waktu yang lebih singkat di dapur.
Food Prepping atau mempersiapkan bahan makanan dikatakan sebagai salah satu solusi. Tapi ternyata tidak semua food prepping itu mempermudah membuat makanan homemade. Salah-salah bisa malah mubazir dan buang-buang makanan. Makin banyak yang sudah disiapkan, misalnya food prep 1 minggu, makin besar kemungkinan itu bisa tidak dihabiskan. Moga-moga nggak begitu ya.
Kenyataannya semua keluarga atau household punya kebiasaan dan karakter yang berbeda-beda sehingga nggak semua food prepping itu bisa di-apply ke yang lainnya. Nah saya menemukan beberapa metode yang bisa diikuti:
Food Material Prepping
Ternyata food prepping yang selama ini saya tahu adalah menyiapkan makanan per menu yang jadi, sudah dibumbui dan siap ditumis/kukus/panggang. Namun situasi dan kondisi kita suka tidak bisa ditebak. Sehingga wajar kalau food prepping malah ngga terpakai. Misalnya mendadak harus keluar kota atau sedang terserang sakit.
Beberapa kali saya mencoba food prep dengan bahan yang sudah dibumbui. Namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan saya memasak menu tersebut. Beberapa kali malah jadi terbuang atau sudah membusuk.
Hasil baca-baca di sosmed, lebih aman jika kita lakukan food material prepping. Yaitu menyiapkan bahan makanan per elemen. Misalnya bawang yang sudah diblender/dikupas, daging ayam fillet yang sudah dipotong-potong sesuai kebutuhan, daun bawang yang sudah dicincang dan sebagainya.
Beberapa kali food prepping yang saya sudah buat malah dianggurkan. Seperti si kecil yang biasanya suka chicken katsu, ternyata sedang sariawan atau batuk. Ketika saya cukup menyimpan potongan ayam fillet polos, saya bisa langsung membuat ayam tumis atau sop ayam sayur.
Metode ini juga kabarnya dipakai di restoran-restoran. Sehingga mereka lebih cepat memasak dan menyiapkan makanan.
Saya sudah coba metode ini dan lumayan memangkas waktu di dapur. Saya tinggal pakai sesuai kebutuhan dan lebih fleksibel untuk berbagai menu. Jauh lebih enak lagi jika bahan yang sudah dipotong-potong disimpan per porsi yang sekiranya dipakai untuk 1 menu.
Frozen Cube Food
Metode membekukan makanan dalam bentuk kubus baru-baru ini saya ketahui. Yakni memasak bumbu cair seperti sop sayur, saus tomat bolognese untuk spaghetti atau pizza. Dan bahkan blenderan rempah jahe dan kunyit untuk stamina. Dulu saya mengetahui metode ini dilakukan dalam wadah es batu kecil, untuk membuat kubus es kopi, bawang dan minyak goreng dan cemilan coklat.
Ternyata kini dijual cetakan silikon frozen cube yang bisa memuat lebih banyak cairan. Sehingga bisa membekukan untuk porsi yang lebih besar.
Menurut saya ini metode yang cukup oke. Walau harus berhati-hati memasukkan cairan panas ke bahan silikon (harus didinginkan dulu). Dan mungkin ada yang suka memakai plastik untuk menyimpan kubus cairan ini sehingga akan menghasilkan lebih banyak sampah.
Food in a Jar
Sudah umum memasukkan food prep ke wadah plastik, dari bungkus plastik sampai wadah kotak dengan beragam ukuran dan bentuk. Beberapa konten mengajarkan saya bahwa banyak ibu-ibu dan perempuan suka menyiapkan makanan dalam gelas tertutup atau jar. Ternyata nggak cuma salad dan overnight oatmeal, food prep dalam gelas ini bisa juga untuk makanan seperti mie/ramen dan pancake/cake mix.
Food in a jar ini praktis karena kita bisa makan langsung di tempatnya. Beberapa makanan seperti salad bisa langsung dicampur dengan dressing, tapi ada yang cukup disiram dengan air panas atau kukus/panggang untuk kue.
Bahkan ada pula sih yang mengukus sayur dalam gelas tertutup, kemudian didinginkan (tanpa dibuka tutupnya) kemudian disimpan di kulkas. Metode ini kabarnya demi memperpanjang kesegaran sayur.
Sepertinya baru beberapa metode ini saja nih yang menarik perhatian saya dalam cara food prepping. Apa kamu punya metode lainnya? Apa metode food prepping yang mau atau sudah kamu coba?
